Menurut Lindley R. Higgis & R. Keith Mobley,
(Maintenance Enginering Handbook, Sixth Edition, McGraw-Hill, 2002)
pemeliharaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang dengan
tujuan agar peralatan selalu memiliki kondisi yang sama dengan keadaan awalnya.
Maintenance atau pemeliharaan juga dilakukan untuk menjaga agar peralatan tetap
berada dalam kondisi yang dapat diterima oleh penggunannya. Adapun tujuan dari
dilakukannya pemeliharaan antara lain adalah sebagai berikut :
1. Menjamin tersedianya peralatan atau mesin dalam kondisi
yang mampu memberikan keuntungan.
2. Menjamin kesiapan peralatan cadangan dalam situasi
darurat, misalnya sistem pemadam kebakaran, pembangkit listrik, dan sebagainya.
3. Menjamin keselamatan manusia yang menggunakan peralatan
4. Memperpanjang masa pakai peralatan atau paling tidak
menjaga agar masa pakai peralatan tersebut tidak kurang dari masa pakai yang
telah dijamin oleh pembuat peralatan tersebut
Suatu organisasi perusahaan yang baik paham bahwa mereka
tidak boleh melihat aktivitas perawatan sebagai unsur pengeluaran belaka.
Melainkan aktivitas tersebut dapat memberikan dukungan yang sangat penting
terutama dalam kaitannya dengan peningkatan produktivitas. Pemeliharaan yang
efektif akan mengarah pada hal-hal sebagai berikut :
1. Kapasitas produksi terpenuhi secara maksimal
2. Kemampuan untuk memproduksi produk dengan toleransi
khusus atau level kualitas tertentu.
3. Dapat meminimalkan biaya per unit produk
4. Dapat mengurangi resiko kegagalan dalam memenuhi
keinginan pelanggan yang berkaitan dengan kapasitas produksi, leadtime serta
kualitas produk.
5. Dapat menjaga keselamatan pegawai dan masyarakat sekitar
dari bahaya yang mungkin muncul dengan adanya proses produksi.
6. Dapat memastikan sekecil mungkin resiko yang dapat
membahayakan lingkungan di sekitar perusahaan.


0 komentar:
Posting Komentar